JURUSAN-KONSENTRASI-PEMINATAN

Peminatan peserta didik merupakan suatu proses  pengambilan   pilihan   dan keputusan oleh peserta didik dalam bidang keahlian yang didasarkan atas pemahaman potensi diri dan peluang yang ada.  Dalam konteks ini, bimbingan dan konseling  membantu  peserta  didik  untuk  memahami  diri,  menerima  diri, mengarahkan diri, mengambil keputusan diri, merealisasikan keputusannya secara bertanggung jawab. Bimbingan dan konseling membantu peserta didik mencapai perkembangan optimal dan kemandirian dalam kehidupannya serta menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Di samping itu juga membantu individu dalam memilih,  meraih  dan  mempertahankan  karir  untuk  mewujudkan  kehidupan  yang produktif dan sejahtera, serta untuk menjadi warga masyarakat yang peduli kemaslahatan umum melalui pendidikan.

Sehubungan dengan itu, Kurikulum 2013 dalam implementasinya (1) dapat menyiapkan peserta didik sukses dalam menghadapi tantangan kehidupan di era globalisasi dengan tetap berpijak pada nilai-nilai luhur Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, (2) menitikberatkan pada pencapaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan sebagai keutuhan yang harus dicapai oleh peserta didik, (3) memiliki spirit yang kuat untuk memulihkan proses pendidikan sebagai proses pembelajaran yang mendidik dan wahana pengembangan karakter, kehidupan yang demokratis, dan kemandirian sebagai soft skills, serta penguasaan sains, teknologi, dan seni sebagai hard skills,  (4) memandang bahwa peserta didik aktif dalam proses pengembangan potensi dan perwujudan dirinya dalam konteks sosial kultural, sehingga menuntut profesionalitas guru yang mampu mengembangkan  strategi  pembelajaran  yang  dapat    menstimulasi  peserta  didik untuk belajar lebih aktif dalam mencapai keberhasilannya, (5) menekankan penilaian berbasis proses pembelajaran yang mendidik dan hasil belajar peserta didik, (6) mengakui dan menghormati perbedaan kemampuan dan kecepatan  belajar peserta didik, hal ini memerlukan pendampingan, remediasi dan akselerasi secara berkala, terutama  bagi  peserta   didik  yang  belum  mencapai  batas  kompetensi  yang ditetapkan, (7) memberikan kesempatan peserta didik untuk mengembangkan berbagai   potensi yang dimilikinya sesuai dengan kesempatan dan layanan pendidikan yang diselenggarakan, (8) menuntut adanya kolaborasi yang baik antara guru mata pelajaran, Guru BK/Konselor dan orang tua/wali dalam mengoptimalkan perkembangan peserta didik, (9) proses pendidikan mengarah kepada orientasi perkembangan  dan  pembudayaan  peserta  didik.  Oleh  karena  itu,  keberhasilan proses pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan nasional melibatkan manajemen, pembelajaran, dan bimbingan dan konseling.

Dengan demikian, penetapan pilihan peminatan kelompok mata pelajaran, pilihan lintas mata pelajaran, dan pilihan pendalaman mata pelajaran adalah sebuah proses yang akan melibatkan serangkaian pengambilan pilihan dan keputusan oleh peserta didik yang didasarkan atas pemahaman potensi diri dan peluang yang ada di lingkungannya. Permasalahan akan terjadi jika peserta didik tidak mampu untuk menetukan pilihan peminatan kelompok mata pelajaran, peminatan lintas mata pelajaran, dan peminatan pendalaman materi mata pelajaran, sehingga akan menghambat proses pembelajaran. Untuk mencegah terjadinya masalah pada diri peserta  didik,  maka  diperlukan  adanya  pelayanan  BK  yang  membantu memandirikan peserta didik melalui pengambilan keputusan terkait dengan memilih, menentukan, meraih serta mempertahankan karier untuk mewujudkan kehidupan yang produktif dan sejahtera, serta untuk menjadi warga masyarakat yang peduli kemaslahatan umum melalui upaya pendidikan.

Program bimbingan dan konseling terkait peminatan peserta didik sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab Guru BK/Konselor dengan bekerja sama dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru mata pelajaran, wali kelas, kepala tata usaha dan/atau orang tua di setiap satuan pendidikan. Guru BK/Konselor melalui pelayanan BK membantu peserta didik memilih dan menentukan arah peminatan kelompok mata pelajaran, lintas matapelajaran dan pendalaman mata pelajaran berdasarkan kekuatan dan kemungkinan keberhasilannya. Oleh karena itu Guru BK/Konselor harus dapat membantu peserta didik untuk menemukan kekuatannya, yang berupa kemampuan dasar umum (kecerdasan), bakat, kemampuan akademik, minat, dan kecenderungan peserta didik, serta dukungan moral dari orang tua. Sedangkan pelayanan pendalaman materi mata pelajaran bagi peserta didik sepenuhnya tanggung jawab Guru Mata Pelajaran terkait dengan bidang studinya atau  mata  pelajaran  yang  diampunya.

Dalam konteks peminatan atau penjurusan yang dilaksanakan di MTs. Negeri 5 Ciamis, terintegrasi dalam pengkelasan, yaitu kelas bina prestasi MIPA, Agama, Bahasa & Seni, dan Olah Raga & Keterampilan. Hal ini sebagai dasar bagi peserta didik untuk mengembangkan minat dan bakatnya sesuai dengan kompetensinya. Selain itu, program peminatan sebagai acuan untuk mengembangkan peserta didik khususnya yang berkaitan dengan program unggulan.

  1. Program Unggulan
  2. Program Keagamaan (Qiroatul Qur’an/Tahfidz dan Tahsin)
  3. Program Dua Bahasa (Bilingual)
  4. Bahasa Arab
    1. Kemampuan menyimak (mahaarah al-istima’);
    1. Kemampuan berbicara (mahaarah al-kalaam);
    1. Kemampuan membaca (mahaarah al-qira’ah);
    1. Kemampuan menulis (mahaarah al-kitaabah).
  5. Bahasa Inggris
  6. Survival  English, yaitu keterampilan berbahasa Inggris minimal untuk dapat melakukan fungsi sosial dalam masyarakat dengan menggunakan struktur kalimat dan kosa kata sederhana;
  7. English for Communication, yaitu keterampilan berbahasa Inggris tingkat menengah untuk dapat melakukan fungsi sosial dalam masyarakat dengan menggunakan struktur kalimat dan kosa kata yang lebih kompleks.
  8. Advanced Communication English, yaitu keterampilan berbahasa Inggris tingkat lanjutan untuk dapat melakukan fungsi sosial dalam masyarakat dengan menggunakan struktur kalimat dan kosa kata yang kompleks.
  9. Matematika dan IPA (MIPA)

Program MIPA yang direncanakan yaitu meliputi pelajaran Matematika dan IPA.

  • Olah Raga

Program yang direncanakan yaitu cabang olah raga Sepak Bola melalui SSB (Sekolah Sepak Bola), Volly Ball, Bulu Tangkis, dan Tenis Meja.

  • Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global

Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi, ekologi, dan lain-lain yang bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik agar mampu bersaing di tingkat lokal, nasional, dan internasional.

Pendidikan berbasis keunggulan lokal di MTs. Negeri 5 Ciamis terintegrasi dalam mata pelajaran :

  1. Pendidikan Agama Islam (PAI) yaitu mengembangkan program Ta’limatul Qiroatul Quran, Tahfidz, Tafaqquh Fiddiin, Khat/Kaligrafi, Praktek Ibadah, Muhadhoroh, sehingga peserta didik diharapkan mampu mempelajari al-Quran dengan makharijul huruf dan tajwid yang benar, serta mampu mengaji dengan beberapa jenis lagu. Mampu menghafal ayat Al-Quran, menulis ayat dengan baik dan indah sesuai dengan kaidah penulisan. Mampu mempraktekan ibadah sesuai dengan ketentuan syariat Islam serta berani tampil  berbicara (pidato) di muka umum;
  2. MIPA yaitu mengembangkan Pengenalan Lingkungan Biotik & Abiotik, Tanaman Obat Keluarga, Memperdalam Materi Kompetisi yang diprioritaskan untuk KSM dan Olimpiade, sehingga peserta didik diharapkan mampu memilah Limbah, menanam Tanaman Obat Keluarga, terintegrasi dengan konsep lingkungan hidup dan menganalisis masalah-masalah yang terdapat dalam soal-soal kompetisi;
  3. Bahasa yaitu mengembangkan Bahasa Inggris (Vocabulary/ Pengenalan Kosakata), Conversation/ Percakapan Sehari-hari, Translate/ Menerjemahkan, Speech/Pidato Bahasa Inggris)  dan Bahasa Arab (Mufradat/Pengenalan Kosakata, Muhadatsah Yaumiyah/Percakapan Sehari-hari, Tarjim/Menerjemahkan, Khitobul Minbariyah/Pidato Bahasa Arab), sehingga peserta didik diharapkan mampu mengaplikasikan kosakata dalam percakapan sehari-hari, menerjemahkan teks, dan dalam berpidato baik Bahasa Inggris maupun Bahasa Arab;
  4. Seni dan Olah Raga yaitu mengembangkan Apresiasi Seni Musik (Marching Band, Marawis, Qasidah, Degung) dan Kriya (Anyaman, Lukisan, Keterampilan Mengelola Limbah melalui PLH), dan Kebugaran, Sepak Bola melalui SSB (Sekolah Sepak Bola), Volly Ball, Basket, Futsal, Tenis Meja, Bulu Tangkis, sehingga peserta didik diharapkan mampu mengkreasikan Seni dalam event tertentu dan mampu berkompetisi dalam event Lokal maupun tingkat selanjutnya serta memiliki kreativitas untuk semangat entrepreneurship (kewirausahaan) dalam diri, dan mampu mengaplikasikan teori-teori olahraga ke dalam Praktek, mampu berkompetisi di event-event olah raga baik tingkat lokal maupun tingkat selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.